Schumacher Pantang Menyerah

Schumacher Pantang Menyerah

September 11, 2019 0 By Gema Lokal

JAKARTA, Tigapialrnews.com- Setelah enam tahun di rawat di rumah, Michael Schumacher kembali berobat ke Prancis pekan ini.

Seperti dilansir Dailymail, peraih tujuh gelar Kejuaraan Dunia F1 tersebut masuk Rumah Sakit Pompidou untuk menjalani perawatan sel punca dari ahli bedah dan jantung Philippe Menasche. Schumacher tiba di Rumah Sakit Pompidou pada Senin (9/11) sekitar pukul 15.40 waktu lokal dengan menggunakan mobil ambulans berwarna biru-kuning berplat nomor Jenewa, Swiss.

Dia dilaporkan memasuki Ruangan Bedah Kardiovaskular dan dikawal 10 orang. Operasi intensif tersebut dilakukan pagi kemarin. Schumacher juga pernah mengunjungi Rumah Sakit Pompidou sedikitnya dua kali awal tahun ini dengan menggunakan helikopter.

Namun, saatitu perawatannya disebut tidak sampai pada operasi sel punca. Profesor Menasche juga mengatakan tidak akan mengungkap rincian perawatan pembalap ulung F1 tersebut. Sebelumnya Schumacher dilaporkan berjuang melawan cacat otak setelah kepalanya terluka akibat kecelakaan enam tahun lalu.

Meski ditutup rapat, sejumlah orang mengatakan kondisi kesehatannya berkembang positif. Mantan bos Schumacher di F1, Jean Todt, juga melihatnya menonton F1 melalui televisi. Menurut Todt, Schumacher ditangani ahli medis terbaik.

“Saya menonton bersamanya di rumahnya di Swiss. Dia ditangani ahli terbaik dan tampak membaik,” ujar Todt. Meski disebut tidak mau menyerah dan akan terus berjuang, Todt mengaku sedih melihat kondisi Schumacher yang mengalami kesulitan berbicara. Schumacher yang kini berusia 50 tahun terjatuh saat skiing di Meribel, Prancis, pada Desember 2013.

Kepalanya membentur batu dengan sangat keras. Dia mengalami luka serius dan tidak sadarkan diri. Dokter mengatakan dia masih beruntung. Tapi, sejak itu dia tidak pernah menampakkan diri di muka umum. Schumacher dipindahkan menuju pusat rehabilitasi pada 2014 sebelum diasingkan ke Swiss agar jauh dari sorotan media.

Upaya itu berhasil. Kabar terkait dirinya meredup selama bertahun-tahun. Namun, pada 2016 Schumacher disebut pengacara Felix Damm tidak dapat berjalan untuk menepis laporan media. Karier F1 Schumacher boleh berakhir. Namun, semangatnya mengalir di dalam darah anaknya, Mick.

Mick merupakan juara F3 dan sedang me nandatangani kontrak untuk Prema di F2. Dia berharap suatu saat nanti dapat berlaga di F1. Meski sering diwawancara media, Mick jarang buka suara terkait kondisi ayahnya. Sebelum Schumacher mengalami kecelakaan, Mick pernah mengatakan sering berdiskusi dengan ayahnya terkait cita-citanya menjadi pembalap profesional F1.

“Saya ingin menjadi pembalap profesional seperti ayah saya. Perjuangan menuju puncak karier tidak mu dah. Saya sangat meng hargai ayah,” ucapnya. Film tentang Schumacher akan dirilis di Jerman tahun ini. Selama Festival Cannes Film, Bos F1 Bernie Eccleston berharap Schumacher akan pulih.

“Saat ini dia tidak berada bersama kita. Namun, ketika kondisi kesehatannya menjadi lebih baik, dia akan menjawab semua pertanyaan dari kita,” tegasnya.

Ayah Schumacher, Rolf, bersama istri Schumacher, Corinna, mengatakan Schumacher akan terus berjuang dan tidak akan menyerah. “Saya tahu dia sejak kecil. Dia bukan tipe orang yang mudah menyerah,” kata Rolf. “Dia adalah seorang pejuang dan akan terus berjuang sampai akhir,” tambah Corinna.

Asingkan Diri
Sejak kecelakaan, Schumacher memilih mengasingkan diri ke Swiss. Dia membeli mansion senilai 50 juta poundsterling (Rp867miliar). Istrinya, Corinna, yang dinikahinya pada 1995 menolak buka mulut terkait kondisi suaminya. Begitu pun dengan teman-teman Schumacher. Warga local juga tidak tahu banyak tentangnya.

Sejak kecelakaan di Meribel, karier Schumacher di F1 berakhir. Lewis Hamilton mengambil alih rekor pole yang pernah dicatatnya dari 68 menjadi 83. Meski demikian, rekor kemenangan (91:73) dan kejuaraan dunia (7:5) tetap tidak terkalahkan. Sebastian Vettel yang pindah ke Ferrari juga berhasil tampil bagus.

Saat ini Schumacher dikabarkan menjalani terapi intensif dengan tarif 50.000 poundsterling per pekan. Dia tinggal di tengah keluarganya di rumahnya. Sebelumnya beberapa media melaporkan Schumacher membangun gedung khusus untuk pengobatan dirinya. Faktanya, gedung itu sudah dibangun sebelum kecelakaan.

Dr Georg Ganswein yang pernah bertamu di rumah Schumacher pada 2016 mengatakan Schumacher masih cedera dan harus dibantu terapis menuju ruang tamu.“Saya memperkenalkan diri dan merasa terkagum dengan kemampuannya mengendalikan mobil F1.Mereka menyambut saya dengan hangat,” kata Ganswein.
 

Schumacher dikenal sebagai orang yang tegas dalam memisahkan kehidupan pribadi dan profesional. Keluarganya memahami keinginan itu dan selalu menaatinya.

Majalah Jerman, Bravo, melaporkan Schumacher sedang mempersiap kandirimen jalani perawatan dari ahli otak di Dallas, Texas, Amerika Serikat (AS). “Kami memiliki banyak pengalaman yang mungkin tidak dimiliki para ahli medis di Eropa,” kata Direktur Klinik di Dallas, Mark Weeks.

Namun, keluarga Schumacher menolak berkomentar. Jauh sebelum kecelakaan, Schumacher merupakan pendukung utama ICM, institusi otak dan tulang punggung di Paris, Prancis. Schumacher terlahir pada 3 Januari 1969. Dia merupakan mantan pembalap F1 bersama Mercedes, Ferrari, dan Benetton.

Dikenal sebagai salah satu pembalap F1 terbaik di sepanjang sejarah, Schumacher merupakan satu-satunya pembalap yang meraih tujuh gelar Kejuaraan Dunia F1, lima di antaranya diraih beruntun. Schumacher tercatat sebagai pemegang rekor ter banyak peraih gelar Kejuaraan Dunia F1 (7), Grand Prix (91), lap tercepat (77), dan terbanyak juara di satu musim (13).

“Secara statistik, Schumacher merupakan pembalap terhebat yang pernah ada pada saat dia memilih rehat dari F1,” ungkap Formula 1. Schumacher meraih lima gelar juara secara beruntun pada 2000-2004.

Pada 2002, dia bahkan selalu naik podium dan sudah dinobat kan sebagai juara meskipun masih tersisa enam balapan. Pada 2004 dia tidak terka lahkan dalam 13 balapan secara beruntun. Pada 29 Desember 2013 Schumacher menderita luka otak akibat kecelakaan selama bermain ski.

Dia dilaporkan mengalami koma selama enam bulan atau sampai 16 Juni 2014. Dia dirawat di RS Lausanne untuk melakukan rehabilitasi sebelum pulang ke rumahnya. Sampai 2016 dia tidak mampu berdiri atau berjalan.(ist)


Artikel yang berjudul “Schumacher Pantang Menyerah” ini telah terbit pertama kali di:

Sumber berita